Chocolate-Malt-Ice-Cream-Cake2

Ice Cream Cake #2 ( Stupid Cupid )

EXO Kai | Red Velvet Seulgi

Romance,School Life

General

Claralaluchaipark aka TianiEXO

“Stupid cupid”

 

Sebelumnya : #1 Something kinda Crazy

 

“Apa ini?”

Seorang wanita berpakaian guru, datang menghampiri kerumunan yeoja yang mengelilingi Kai. Seulgi hanya bisa mengangakan mulutnya ketika melihat wanita yang sangat cantik ini.

“Dia guru baru, kah? Cantik sekali” Seulgi masih terpaku, hingga Ia sadar bahwa Kai juga sama dengan dirinya. Terpaku menatap, wanita itu.

“Kai” Seulgi mencoba memanggil Kai, tapi tetap tidak bisa. Kai sangat terpaku menatap wanita itu, entah kenapa Seulgi merasa bahwa,

Kai mungkin menyukai wanita ini.

Meskipun Seulgi belum pernah mengetahui bagaimana rasanya suka itu, tapi ketika melihat Kai menatap wanita itu. Seulgi tahu…

“Kalian semua bubarlah, upacara pagi akan segera dimulai” perintah wanita itu, para murid yeoja yang tadinya mengerumuni Kai pun mulai membubarkan diri dengan wajah bersungut-sungut.

“Lalu kau, kenapa masih berdiri disitu. Pergi ke barisan sana” wanita yang ternyata adalah guru itu juga memerintahkan Kai dan Seulgi yang masih sama-sama terpaku menatapnya.

“Oh, maafkan kami seosangnim” Seulgi tersenyum kaku, kemudian sedikit menarik lengan baju Kai.

“Kai-ssi, ayo kita pergi” ucap Seulgi pelan, namun berhasil membuat Kai sadar.

“Ah iya, maaf” Kai dengan bingung mengekori Seulgi yang sudah berjalan di depannya.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Kai-ssi, kau mengenal seosangnim itu?” Tanya Seulgi kepada Kai yang berdiri di belakangnya, karena terlalu bosan mendengar pidato kepala sekolah yang berkepanjangan membuat Seulgi memberanikan diri bertanya kepada Kai, tentang kejadian tadi yang mengganggu pikirannya sedari tadi.

“Aku?” Kai tampak tidak mendengar pertanyaan Seulgi, menunjuk dirinya sendiri.

“Kau mengenal seosangnim itu?” Tanya Seulgi lagi,

“Aku tidak mengenalnya” Kai tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya.

“Benarkah? Kau terpaku melihatnya tadi” Seulgi masih belum percaya dengan apa yang Kai katakan.

“Itu…” Kai kelihatan kehabisan kata-kata.

“Dia guru baru disini sepertinya, aku tidak pernah melihatnya”

“Benarkah?”

“Dia sangat cantik, kau terpaku karena dia cantik yaaaa?” Seulgi sedikit mengganggu Kai, dan itu membuat Kai sedikit kaget.

“Tidak seperti itu” jawab Kai cepat, Seulgi tersenyum melihat Kai yang salah tingkah.

“Dia menyukai guru itu” batin Seulgi,

“Guru itu, ya”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Seulgi terus berusaha membangunkan Kai yang tengah tertidur di dalam kelas, sebenarnya Ia sedikit khawatir kalau Kai ketahuan tidur dalam kelas saat pelajaran Fisika dengan guru paling menyeramkan di dunia, Jea seosangnim.

“Kai-ssi” Seulgi menusuk Kai dengan pensilnya, keberuntungan bahwa Kai duduk di depannya.

“Kai-ssi, bangunlah. Jea seosangnim melihatmu”

Seulgi hanya bisa menghela nafas pasrah, Kai tidak bangun. Meskipun sudah 15 kali Ia menusukkan pensilnya dan memanggilnya.

“Jadi artis ternyata selelah ini, ya?” Seulgi menatap punggung Kai, yang tengah tertidur pulas di dalam kelas. Seulgi dapat merasakan bahwa beberapa yeoja menatap dengan senyum, ke arah Kai. Sebagian dari mereka menggumamkan kata ‘tampan’ ‘imut’ ‘polos’.

Seulgi tidak terlalu peduli dengan itu, tapi untunglah para fans Kai di sekolah ini tidak membencinya. Karena ya, Seulgi sudah menceritakan semuanya kepada para fansnya Kai yang tadi menghadang dia di toilet, karena mereka merasa Ia terlalu dekat dengan Kai.

Terlalu dekat?

Ya, mau bagaimana lagi. Seulgi bahkan baru memulai pertemanannya dengan Kai tadi pagi.

Alasan Kai mengekorinya, karena Kai mengetahui bahwa Seulgi bukanlah fansnya. Jadi itu aman-aman saja bagi Kai. Seulgi juga tidak terlalu peduli, Ia hanya membantu Kai sebagai teman disekolah barunya.

“Kalau aku tidak menceritakannya, bisa-bisa aku mati dibully oleh mereka” Seulgi bergidik sendiri bagaimana Ia dibully oleh para yeoja fansnya Kai, sementara yang Seulgi tahu bahwa Ia baru mengenal Kai.

“Memikirkannya saja sudah sangat mengerikan” Seulgi menggelengkan kepalanya secepatnya.

“Hei, Seulgi apa yang kau lakukan?” suara Jea seosangnim membuat Seulgi membulatkan matanya. Seosangnim melihatnya menggelengkan kepala? Sial…..

“Jelaskan keterangan dari rumus ini! Kau tidak memperhatikan tadi kulihat” Seulgi meneguk ludahnya secepatnya, dari tadi Ia memang tidak memperhatikan sedikit pun penjelasan dari Jea seosangnim. Itu malah mengutuk dirinya sendiri.

Sial…

Kenapa hari ini sangat sial baginya?!

Seulgi menggigit bibirnya, tidak mampu menjawab apa yang ditanyakan Jea seosangnim. Mukanya pun terlihat pucat.

“Keluar” Seulgi hanya bisa menunduk malu, Ia berjalan lesuh keluar kelas.

“Jika kau begitu lagi, kau tidak boleh ikut ujian”

“Iya, maafkan saya” ucap Seulgi lemah kemudian menutup pintu kelas.

 

“Ini pertama kalinya, aku diusir” Seulgi menghela nafasnya,

“Setidaknya ini lebih baik daripada disuruh berlutut” Seulgi tersenyum tipis, kemudian berjalan menjauhi kelasnya.

“Ke perpustakaan saja”

 

“Seulgi! Tunggu!” sebuah suara menghentikan langkah Seulgi, saat Ia berbalik…

Kai.

Kai sedang berlari menghampirinya, “Kau mau kemana, aku akan ikut” Kai sedikit tersenyum, sedangkan Seulgi hanya bisa mengangakan mulutnya.

“Kau, kenapa ikut keluar?”

“Aku mengatakan kepada Jea seosangnim, bahwa sebenarnya aku juga dari tadi tidak memperhatikan pelajarannya. Dan aku juga diusir keluar, hehehhe” Kai tertawa,

“Terima kasih” Seulgi tertunduk,

“Kau sangat peduli terhadapku, padahal baru kenal” Seulgi sedikit tersenyum, Kai juga sama.

“Karena kau juga peduli kepadaku, padahal kita baru kenal”

“Aku? Peduli padamu? Yang mana?” Seulgi berusaha keras berpikir, tindakannya yang peduli kepada Kai.

“Kau berusaha membangunkanku yang sedang tertidur, kau mengenalkan sekolah ini kepadaku. Dan menjadi teman pertama bagiku di sekolah ini”

“Ahhh, itu sudah biasa” Seulgi sedikit malu sambil memegang lehernya.

“Bagiku itu bukan hal biasa. Kau tahu kan? Aku ini seorang public figure”

“Ahn, kalau begitu ayo kita pergi” Seulgi berjalan mendahului Kai.

“Kemana?” Kai ikut berjalan di samping Seulgi.

“Ke perpustakaan”

“Heeee, perpustakaan?”

“Kenapa?”

“Itu tempat membosankan” Kai memanyunkan bibirnya, membuat Seulgi memasang wajah datar.

“Kalau begitu, aku pergi sendiri” Seulgi mempercepat langkahnya.

“Aku ikut!” Kai berlari kecil menyusul Seulgi.

“Baguslah”

“Bagus apanya?”

“Perpustakaan itu menyenangkan”

“Dari mananya?”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Kai menopang dagunya, memperhatikan seoarang wanita yang tengah sibuk menggaris bawahi beberapa kalimat atau kata yang ada dalam sebuah buku yang sendiri wanita itu pegangi.

Seulgi yang sedaritadi, melihat apa yang diperhatikan oleh Kai. Akhirnya mengerti, meskipun Ia baru kenal dengan Kai. Tapi, Kai terlalu mudah dibaca.

“Mengaku saja” Seulgi meletakkan bukunya, dan mengambil sebuah buku lagi dan mulai membacanya.

“Apanya?” Kai menengok ke arahnya.

“Kau menyukai seosangnim baru itu ya?” Kai langsung terbatuk mendengar apa yang dikatakan Seulgi.

“Bukan beg-“

“Aku ini peduli kepadamu sebagai teman, jadi jangan sungkan” Seulgi memotong sanggahan yang akan dikatakan oleh Kai.

“Iya” kini giliran Seulgi yang terbatuk.

“Jadi, cinta pertama?” Kai mengangguk.

“Apa kau mengenal siapa guru itu?”

“Dia teman kakakku, sering main dirumah kami saat aku masih SD. Ketika aku melihatnya, dia sangat mempesona” wajah Kai memerah, Seulgi menangguk mengerti.

“Tadi kutanyai, kau bilang tidak mengenalnya”

“Itu, bohong”

“Berapa selisih umurnya darimu?” Seulgi menggeser bukunya ke samping, Ia tampak terlihat antusias dengan apa yang Ia dan Kai bicarakan ini.

“8 tahun” Seulgi terbatuk kembali,

“Jauh sekali”

“Lalu memangnya kenapa? Apakah salah?”

“Ah, tidak” Seulgi menunduk. Ia tidak punya kata-kata atau kalimat yang ingin Ia ucapkan kepada Kai.
Seulgi merasa sepertinya sudah cukup, Ia menanyakan hal banyak kepada Kai. Ayolah, Ia hanya teman baru bagi Kai.

“Aku akan tanya nama seosangnim itu” Seulgi beranjak dari kursinya.

“Seulgi”

“Aku akan membantumu sedikit”

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Nama guru itu, Yuhee” gumam Seulgi sambil melihat ke luar jendela bus yang dinaikinya.

“Aku sudah memegang rahasia besar dari seorang yang terkenal”
Seulgi menghembuskan nafasnya ke kaca jendela bus, uap udaranya terlihat di jendela. Seulgi setelah menuliskan beberapa huruf disana.

“Kai”

Seulgi tersenyum sendiri, mengingat Kai.

“Sejujurnya, dia teman pertamaku. Teman pertama selama aku bersekolah, Kai”

“Entah darimana kau sangat mirip dengan temanku dulu, makanya aku mau berteman denganmu”

“Kau tahu, teman itu tidak akan bertahan lama. Dan aku sudah merasakan dahulu, dengan temanku yang dulu itu”

“Aku harap, Kai tidak seperti dia”

 

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Suara ponsel mengagetkan Seulgi, meskipun dia ini seorang penyendiri di dalam kamar, bukan berarti dia tidak punya semacam benda seperti ponsel. Ya meskipun ponselnya model lama, tapi masih bisa dipakai untuk sms dan bertelepon. Tidak kelupaan ada kalkulatornya.

Ingin dari lubuk hatinya, memilki ponsel yang lebih baik dari ponsel yang Ia pegang sekarang ini.

Tapi,

Keuangan.

Keuangan keluarga yang tidak memungkinkannya.

Suara tanda sms masuk, membuyarkan Seulgi kembali dari lamunannya.

“Siapa yang mengirim pesan malam-malam begini?” Seulgi membuka kotak masuk, dan seketika matanya

membulat.

Kai.

Sekali lagi,

Kai.

Kai mengetahui nomornya.

 

FROM:

010-xxxx-xxxx

Sudah tidur? ^_^ aku kepikiran terus tentang seosangnim itu…

 

FROM:
010-xxxx-xxxx
Sudah tidur ya? Maaf… mohon bantulah aku untuk yang besok!

 

Seulgi tersenyum membaca pesan Kai,

“Dasar, malaikat cinta ini bodoh sekali…
Kenapa tidak menembakkan panah cinta Kai ke seosangnim itu sih?!” kesal Seulgi sambil menendang lantai kamarnya.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Tempat duduk itu kosong. Hari ini, tempat yang biasa Kai duduki kosong. Seulgi merasa agak kesepian, meskipun Ia baru berteman dengan Kai. Tapi, Kai sangat baik kepadanya. Dan sekarang, Kai tidak masuk sekolah.

Berapa hari kira-kira ya?

Apakah jadi seorang penyanyi begitu, ya?

Jarang masuk sekolah.

“Hei, Seulgi-ssi. Apa Kai-ssi tidak masuk hari ini?” beberapa yeoja datang menghampirinya dan bertanya sedemikian. Seulgi tahu bahwa ini akan terjadi padanya.

“Tidak, mungkin dia ada jadwal hari ini” ucap Seulgi asal, sebenarnya Ia tidak tahu. Apakah Kai memang tidak masuk hari ini karena ada jadwal, atau tidak.

“Sudah kuduga, seorang terkenal memang selalu begitu” para yeoja itu pun berlalu, meninggalkan Seulgi yang kini sendiri saja. Seulgi menopang dagunya, Ia hanya bisa melihat teman-temannya mengobrol dan tertawa.

Teman?

Yang bisa membuat Seulgi mengurung diri di kamar selama 2 hari dan tidak makan sama sekali, itu karena teman.

 

“Aku tidak melakukannya, pak guru!”

“Kau jangan berbohong, teman-temanmu yang mengatakannya” mata Seulgi membulat, Ia sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan gurunya. Ia segera melihat ke arah teman-temannya, tetapi teman-temannya semuanya membuang muka.

“Aku sungguh tidak berbuat seperti itu!” bela Seulgi, Ia sungguh tidak tahu apa-apa. Tentang kelinci kecil yang dipelihara kelas mereka, kelinci itu mati mendadak.

Dan Seulgi sungguh tidak mengetahui tentang hal itu, tapi ketika Ia ke sekolah. Semua orang telah menuduhnya.

“Dia bohong pak! Kami melihatnya memberi makan kelinci kemarin!” seru salah satu temannya.

“Aku langsung pulang kem-“

“Seulgi! Ikut pak ke ruang guru! Kau harus mendapat sanksi dan hukuman!” marah pak guru membuat Seulgi meneteskan air matanya.

“Aku tidak melakukannya sunguh pak!”

“Jangan berbohong!”

“Aku tidak berbohong pak”

“Kalau begitu, jangan makan selama 2 hari dan kurunglah dirimu di kamar selama itu. Kalau kau berhasil, itu akan membuktikanmu tidak berbohong” ucap seorang anak lelaki yang sedaritadi hanya membaca buku, anak itu terlihat dingin di mata Seulgi.

“Bagaimana?”

“Aku akan melakukannya!”

~

“Seulgi! Jangan pergi!” seseorang mengguncang tubuh Seulgi, Seulgi yang lemas hanya bisa tersenyum tipis.

“Ter..i..ma… kas…ih” ucap Seulgi lemas, Ia dapat melihat anak laki-laki itu. Anak lelaki yang sangat dingin dimatanya, sekarang tengah menatapnya khawatir.

“Aku percaya padamu! Aku sangat percaya padamu!” anak lelaki itu terlihat menangis,

“Seulgi kumohon maafkan aku, sebenarnya aku tahu kau tidak melakukan itu. Tapi, aku tidak bisa membelamu. Aku takut”

“Kenapa kau melakukan apa yang aku ucapkan?”

“Itu hanya bercanda”

“Seulgi, aku percaya padamu!”

 

“Seulgi!”
Dengan teriakan yang agak besar, membuat Seulgi tersadar dari alam tidurnya.

“Kai?”

“Iya?”

“Kenapa kau masuk sekolah?, ku kira kau tidak masuk hari ini” Seulgi terlihat sangat terkejut, Kai tengah ada di hadapannya.

“Aku sebenarnya mau istirahat karena kelelahan kemarin, tapi ketika aku mengingat ada Seulgi disekolah jadi aku datang” Kai tersenyum,

DEG

“Apa ini?” Seulgi memegang dadanya, jantungnya langsung berdegup kencang. Ketika Ia melihat Kai, wajah Kai

sangat mempesona.

“Aku sakit mata?” Seulgi mengucek matanya, kemudian melihat Kai kembali. Wajah Kai membuat pipinya merona,

“Kai sangat tampan”

Tunggu!

Apa yang Ia ucapkan?!

Seulgi langsung berpura-pura tertidur, Ia tidak menghiraukan Kai yang sedari tadi heran melihat tingkahnya.

“Pelajarannya mau dimulai, Seulgi”

 

“Sekarang aku tahu, malaikat cinta yang bodoh itu…

 

Salah menembakkan panah cinta Kai kepadaku”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Hahhahhha, tidak perlu banyak ngomong ^_^ hhehehhehehhee lagi senang karena lulus UN nih…

Ya… meskipun lulus UN tapi sama saja tidak dapat hadiah apapun -_-

Aku jadi sedih, katanya ibuku nanti mau ke rumah hantu.

Heeee, malah tidak jadi.

Karena kakakku yang menghasut -_-

Kakakku nggak tahu buat teh dan kopi, jadi dia takut. Karena ayahku kalau bangun tidur tuh, maunya minum teh atau kopi gituuu…

Dasar!

Kakakku itu perempuan atau nggak sih?

Bikin jengkel saja!

Gara-gara dia! Aku tidak bisa ke rumah hantu sama ibuku!!!!!!! *Author melampiaskan emosi :V

 

Hehheheh maaf numpang curhat -_-

Mohon maaf jika ada kesalahan,

Terima kasih sudah mau membaca

Dan

Jangan lupa tinggalkan comment! ^_^