Chocolate-Malt-Ice-Cream-Cake2

Ice Cream Cake #3 ( Take It Slow )

EXO Kai | Red Velvet Seulgi

Romance,School Life

General

Claralaluchaipark aka TianiEXO

“Take It Slow”

“Akulah yang harus paling mengerti”

 

Chapter Sebelumnya :  #1 Something Kinda Crazy | #2 Stupid Cupid

 

“Kenapa?!”

“Aku pasti sudah gila!!!!!”

Seulgi mengacak rambutnya, Ia terlihat sangat frustasi.

Semenjak waktu itu,

Ia terus memikirkan Kai.

 

Kai.

 

Hanya

 

Kai.

Dan itu sangat membuat Seulgi hampir gila, bagaimana bisa karena terus memikirkan Kai, Ia sudah memecahkan 2 piring saat mencuci tadi. Ia pun tidak bisa berkonsentrasi kepada pelajaran, karena terus memikirkan Kai. Nilai PRnya yang terus baik pun mulai menurun.
Jantungnya pun selalu berdetak tidak karuan, ketika melihat pesan dari Kai yang masuk ke ponselnya.

“Jatuh cinta, ternyata sangat menyusahkan” Seulgi menghela nafasnya, kemudian bersandar pada pintu kamarnya.

“Kenapa aku menunggu pesan darinya?” Seulgi menatap layar ponselnya, wajahnya berubah sedih seketika.

“Kai menyukai seosangnim itu”

“Kenapa harus Kai?”

“Kai sudah menyukai orang lain” Seulgi menaruh ponselnya di sampingnya, kemudian Ia memejamkan mata.

“Aku pusing”

 

~~~~

Nada dering tanda pesan masuk terdengar dari ponsel Seulgi. Seulgi yang sedang memejamkan matanya pun segera membuka mata kembali dan mengambil ponselnya yang tepat berada di sebelahnya.

From:

Kai temanku

Selamat malam ^_^

Seulgi, tadi jadwalku sangat padat. Aku tidak bisa masuk sekolah,

Aku ingin sekali bertemu dengan seosangnim itu ^_^

 

Seulgi tersenyum membaca pesan dari Kai. Namun, perasaan sedih tidak bisa hilang begitu saja dari dirinya.

Kai menyukai seosangnim itu.

Andai saja, Kai tahu perasaan Seulgi terhadapnya.

Akankah Ia dan Kai masih bisa berteman?

 

Seulgi memeluk lututnya, “Aku tidak mau kehilangan teman lagi”

Nada dering ponsel Seulgi terdengar lagi,

Sebuah pesan masuk,

 

From:

Kai temanku

Maaf aku mengganggumu lagi, tidurlah yang nyenyak~

~

 

“Apakah aku harus menyerah?”

 

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Nafsu makan tidak ada pada diri Seulgi sekarang ini, makanan yang sudah dibeli Kai untuknya, tidak Ia makan sedikitpun.

Sebab, dari tadi, Kai hanya terus menceritakan seosangnim itu. Wajah Kai terlihat sangat gembira, dan itu membuatSeulgi merasa sedih. Apakah Ia bisa membuat Kai tersenyum seperti itu?

Mungkin bisa, tapi tidak ada perasaan di dalamnya.

“Kau ternyata sudah mengumpulkan informasi sebanyak itu, ya?” Seulgi mulai membuka suara, tidak enak kalau hanya Kai yang terus berbicara sedari tadi.

“Iya, aku menanyakannya kepada kakak-ku”

“Jadi, kau memberitahu kakak-mu kalau kau menyukai seosangnim?” Tanya Seulgi sambil melebarkan matanya,

“Mana mungkin kuberitahu dia, nantinya dia malah mengejekku”

“Oh” Seulgi menghembuskan nafas lega, setidaknya Ia masih bisa sedikit berharap.

“Kita ikut ekstrakulikuler dance, ya?” pertanyaan Kai membuat Seulgi tersedak bubble teanya.

“Iya?”

“Kita berdua ikut ekstrakulikuler dance ya? Kau mau?” Seulgi terbatuk kembali,

“Kenapa? Aku tidak terbiasa ikut ekstrakulikuler” Seulgi mengelap mulutnya yang kelepotan bubble tea.

“Seosangnim itu mengajar di bagian ekstrakulikuler itu” Kai tersenyum, “Aku mau lebih dekat dengannya”

 

DEG

 

Seulgi memegang dadanya, ada sedikit rasa ngilu yang muncul secara tiba-tiba pada dirinya.

“Aku tidak bisa”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Batu-batu kerikil menjadi sasaran empuk Seulgi untuk di tending-tendang, sejak istirahat tadi semenjak Ia mengatakan bahwa Ia tidak bisa bersama Kai ikut ekstrakulikuler itu, Kai tidak mengajaknya berbicara sedikit pun.

Mungkinkah Kai marah padanya?

Tapi, memang Ia tidak bisa mengikuti kegiatan itu.

Itu akan membuatnya sakit hati melihat Kai yang terus terpana kepada seosangnim itu. Seulgi tahu, Ia harus menyerah dan harus segera menghapus perasaannya. Tapi, kenapa…

Tidak bisa.

Kalau begini terus, jarak pertemanannya dengan Kai akan semakin menjauh.

tanpa sengaja, Seulgi melihat seseorang yang Ia kenal.

Seosangnim itu.

Seosangnim yang Kai sukai, sedang berjalan menuju sebuah pohon di taman yang ada di hadapannya sekarang ini.

“Apa yang seosangnim itu lakukan di jam segini?” Seulgi bertanya pada dirinya sendiri, kalau Ia sendiri karena ada beberapa PR Remedial yang harus Ia kerjakan di sekolah, makanya Ia pulang sedikit terlambat yaitu jam 7 malam. Untung, dia membawa ponsel dan mengabari ibunya sebelum ibunya mencarinya layaknya orang hilang, sama seperti dulu saat Ia SD.

“Dia buat apa ya?” Seulgi tidak dapat menahan rasa penasarannya, biarpun nanti Ia ketahuan membututi seosangnim itu, tapi Ia sangat ingin tahu. Sehingga langkahnya membawanya bersembunyi di antara tanaman hias dekat pohon besar, dimana seosangnim itu tengah duduk di bangku yang tepat berada di bawah pohon itu.

“Lampu hiasnya bagus sekali” kagum Seulgi sambil melihat sekelilingnya, yang dipenuhi dengan berbagai macam lampu hias yang berwarna-warni.

“Ada yang datang” Seulgi lebih menundukan dirinya, namun Ia masih bisa melihat siapa yang datang menemui seosangnim itu.

Dan itu membuat matanya terbuka lebar,

 

Itu Kai.

“Kai menemui seosangnim itu?” Seulgi sedikit meninggikan dirinya, agar bisa melihat lebih jelas lagi. Apa yang akan dilakukan oleh Kai dan seosangnim itu.

Samar-samar, Seulgi mendengar percakapan yang terjadi antara seosangnim dan Kai.

“Maaf membuatmu menunggu seosangnim”

“Aku juga baru sampai disini”

“Seosangnim, aku…” Kai sedikit memberi jeda yang cukup lama, Seulgi memegang dadanya yang berdetak sangat kencang.

“Aku harap Kai tidak menyatakan pera-“ belum sempat Seulgi berharap, Kai sudah lebih dahulu bersuara.

“Aku menyukaimu seosangnim”

DEG

Entah darimana asalnya, Seulgi merasakan pipinya sudah basah. Air mata mengalir saja dari matanya.

Disaat itu, Ia hanya bisa menatap Kai.

Kai mencium seosangnim itu.

“Apa yang aku lakukan disini? Sebaiknya aku pergi saja” Seulgi menghapus air mata di pipinya kasar, kemudian berjalan mengendap peralahan meninggalkan Kai dan seosangnim itu.

“Bodohnya aku, jatuh cinta dengan orang yang tidak akan pernah jatuh cinta kepadaku juga” Seulgi merutuki dirinya sendiri, sesekali Ia menjitak kepalanya.

“Sakit juga” Seulgi tiba-tiba berhenti melangkah,

“Tidak sesakit yang aku rasakan di hatiku” Seulgi menatap sepatunya yang kelihatan kusam. Matanya menerawang jauh.

“Jangan menghalangi jalan” sebuah suara lelaki menyadarkan Seulgi, Ia segera bergeser sedikit ke tepi.

“Maafkan saya” Seulgi membungkuk, orang yang menegurnya tadi pasti mengira Ia orang gila. Berdiri menatap sepatu di tengah jalan yang sepi.

“Lain kali, jangan seperti itu” Seulgi mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk, untuk melihat wajah lelaki yang menegurnya itu.

“Sehun?” Seulgi terlihat kaget dengan mata yang terbelalak tidak percaya.

“Seulgi?” Sehun menjatuhkan minuman kaleng yang dipegangnya.

“Kau bisa ada dis-“ Sehun segera menarik tangan Seulgi sebelum Seulgi menyelesaikan ucapannya.

“Haduh, kenapa kau menarikku?” Seulgi terlihat bernafas terengah-engah, bagaimana mungkin Sehun menariknya sambil berlari.

“Kalau ada yang menyadariku, kau dan aku bisa berada dalam bahaya” ucap Sehun sambil melepaskan topinya.

“Kau tidak tahu ya?” Sehun menunjuk wajahnya, sementara Seulgi hanya menatapnya bingung.

“Aku ini seorang public figure”

“Kau artis?!” Seulgi terkaget sendiri,

“Kan sudah kubilang, aku ini terkenal” Sehun melipat kedua tangannya.

“Kalau kau terkenal, kenapa kau bisa jalan-jalan tadi?” Tanya Seulgi,

“Aku ini manusia juga, aku butuh berjalan menikmati kota”

“Lalu kenapa kau memakai topi?”

“Entah kenapa, aku sudah memakai penyamaran yang sempurna, kau masih bisa mengenaliku. Meskipun sudah 8 tahun berlalu”

“Karena hanya kau temanku saat itu” Seulgi tersenyum,

“Kau tidak banyak berubah” Sehun memegang rambut Seulgi yang terlepas dari ikatan rambutnya,

“Masih sama” Sehun menatap rambut Seulgi sesaat.

“Kita harus segera pergi, sebelum orang menemukanku. Kau pulanglah, sudah malam” Sehun segera berbalik dan melangkah meninggalkan Seulgi yang masih terpaku menatapnya.

“Dia memegang rambutku”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Ada murid baru hari ini di kelas kalian” suara Gong seosangnim menggema di telinga Seulgi, seosangnim yang satu ini punya suara yang sangat besar.

“Murid baru” gumam Seulgi, Ia langsung menopang dagunya dan menoleh pada tempat duduk kosong disebelahnya.

“Dia pasti duduk disini” Seulgi mengalihkan pandangannya lagi ke depan, Ia dapat melihat Kai yang duduk di hadapannya.

Hari ini juga, Kai masih tidak berbicara dengannya.

Ia tidak tahu kenapa, hanya sebuah perkataan bisa memutuskan hubungan pertemanannya dengan Kai.

KYAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Suara para murid yeoja yang ada dikelasnya membuat Seulgi langsung terkaget, untung Ia tidak menderita penyakit jantung, kalau tidak Ia bisa di opname setelah ini.

“Namaku Oh Sehun, mohon bimbingannya” Seulgi langsung berdiri seketika, melihat Sehun yang tersenyum di depan.

“Seulgi-ssi, saya harap anda bisa duduk kembali” teguran seosangnim membuat Seulgi sadar bahwa Ia tengah berdiri sekarang dan seisi kelas menatapnya.

“Maafkan saya” Seulgi sedikit menundukkan kepalanya karena malu, kemudian duduk kembali di tempatnya.

“Oh Sehun, silahkan duduk di tempat duduk yang kosong itu”

Seulgi hanya bisa terpaku kepada Sehun yang tengah melangkah menuju ke tempat duduk yang tepat berada di sebelahnya.

“Aku sekelas denganmu Kai” Sehun berhenti sesaat di tempat duduk Kai.

“Dan aku sekelas dengan Seulgi” Sehun tersenyum melihat Seulgi, Seulgi hanya bisa mengangguk canggung.

“Semoga kelasmu menyenangkan Sehun-ssi”

“Pasti”

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Seulgi, tolong antarkan aku keliling sekolah” Sehun tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Seulgi, yang bermaksud ingin ke perpustakaan.

“Kalau itu, kau bisa meminta yang lain. Mereka sangat antusias terhadapmu” Seulgi sedikit tersenyum canggung, karena banyak yeoja yang berada di belakang Sehun, menatapnya tidak suka.

“Memangnya kau ada urusan apa?”

“Ah, aku mau ke perpustakaan” keringat Seulgi mulai bercucuran, tatapan para yeoja yang ada di belakang Sehun semakin ganas ke arahnya.

“Kau ini, antarkan aku keliling sekolah! Aku tidak mau tahu” Sehun melipat kedua tangannya, wajahnya kelihatan kesal.

“Baiklah” Seulgi menelan ludahnya setengah mati, setelah pulang nanti atau saat Ia ke kamar mandi, Ia akan langsung dilabrak pastinya.

“Kenapa harus Seulgi terus?!”

“Memangnya dia siapa, hah?!!”

“Sudah Kai oppa, sekarang Sehun oppa lagi!”

“Dasar tidak tahu diri!!!!”

Banyak yeoja mengumpat kepada Seulgi setelah Ia dan Sehun berlalu dari situ.

“Aku harus buat perh…”

Kai berdiri di hadapan para kerumunan yeoja yang tengah mengumpat Seulgi, sontak saja para yeoja itu terdiam.

“Jika kalian berani mengganggu Seulgi, aku tidak akan tinggal diam” ucap Kai dingin, membuat para yeoja itu tertunduk.

“Tapi, kenapa Sehun oppa juga bersama Seulgi?” Tanya salah satu dari para yeoja itu takut, “Seulgi itu sahabat Sehun dari TK. Jadi Sehun mungkin hanya terbiasa dengannya saja” jawab Kai, sebenarnya Ia juga tidak tahu apa hubungannya Seulgi dan Sehun. Ia juga sempat kaget, melihat Sehun bersama Seulgi saling mengenal satu sama lain.

“Kalau begitu, maafkan kami” para yeoja itu membubarkan diri, Kai hanya bisa menghela nafas lega. Ia sudah berhasil membantu Seulgi terhindar dari terror-terror yang akan mengancam diri Seulgi sendiri.

 

^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

“Seulgi, ikut aku jalan-jalan pulang sekolah nanti, ya” Seulgi terbatuk mendengar apa yang diucapkan Sehun kepadanya,

“Ada apa memangnya?” Seulgi terlihat sangat tidak percaya.

“Jangan menatapku seperti itu” Seulgi langsung mengubah raut wajahnya menjadi seperti biasa.

“Aku ingin bernostalgia denganmu, hari ini” Sehun tersenyum, Seulgi hanya menghela nafas.

“Bagaimana kalau para media melihat kita berdua, apa kau tidak memikirkan itu?”

“Aku akan memakai penyamaran”

“Terserah kau saja” Seulgi menutup buku yang telah selesai Ia baca.

“Tapi tempat apa yang akan kita kunjungi?” Tanya Seulgi kepada Sehun yang tengah membuka bungkus keripik kentang, “Nanti kau akan tahu”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Kai terus menopang dagunya, melihat tulisan-tulisan yang ada di papan tulis di depan kelas. Suara guru yang menjelaskan pelajaran, tidak didengar olehnya sama sekali.

Ia terus memikirkan, kedai ice cream yang baru dibuka di depan sekolah mereka tadi pagi.

Kai sangat penasaran bagaimana rasa ice cream yang disajikan oleh kedai itu, Kai jadi teringat sesuatu.

“Aku ajak Seulgi saja, untuk mencoba ice cream di kedai itu” Kai tersenyum, kemudian menoleh ke Seulgi yang ada dibelakangnya.

Seulgi berbeda dengannya, Seulgi terlihat focus mencatat dan memperhatikan pengajaran guru yang ada di depan kelas, begitu pula dengan Sehun.

“Saat pulang saja baru kuberitahu”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

 

Kai tersenyum ceria, setelah mendengar suara bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi. Guru pun sudah meninggalkan kelas mereka lima menit sebelumnya,Kai segera menjingjing tasnya di bahu, dan berbalik ke Seulgi yang sama dengannya sudah menjingjing tasnya juga.

“Seulgi, kau mau ikut denganku ke kedai ice cream yang baru dibuka di depan sekolah kita?” ucap Kai panjang lebar kepada Seulgi, Seulgi langsung mengalihkan pandangannya ke Sehun.

Jantungnya langsung berdegup kencang ketika melihat Kai.

“Seulgi?” Tanya Kai kembali, Seulgi masih mengalihkan pandangannya.

“Aku dan Seulgi akan mengunjungi sebuah tempat hari ini, hyung” Sehun membuka suara membuat Kai mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, lain kali saja” Kai tersenyum tipis kemudian berlalu. Hingga di kelas hanya menyisahkan Sehun dan Seulgi.

“Kenapa kau menunduk?” Seulgi segera mengangkat kepalanya ketika mendengar pertanyaan Sehun.

“Tidak” Seulgi menggelengkan kepalanya,

“Kalau begitu, ayo”

^^^^^^^^^^^^^^^

 

Kai mengotak-atik peonselnya jenuh, saat ia mencoba menghubungi ponsel Seulgi tadi, ponsel Seulgi tidak aktif.

Mungkin sudah ratusan kali, Ia menghubungi Seulgi. Setelah Seulgi mengatakan bahwa Ia tidak bisa membantunya…

Kai mulai putus komunikasi dengan Seulgi.

Entah kenapa,

Kai merasa ada yang hampa pada dirinya.

Lebih hampa, dibandingkan dengan ditolak oleh seosangnim itu.
Kai memegang dadanya, “Aku ingin melihat Seulgi”

^^^^^^^^^^^^^^^^^

“Dimana ini?” Seulgi bingung sendiri ketika melihat dirinya ditengah kerumunan banyak orang.

“Oh, dimana Sehun?” Seulgi makin tambah bingung sambil mencari-cari Sehun ditengah kerumunan orang banyak itu.

Tadi, Sehun mengatakan bahwa Ia ada urusan sebentar, tapi entah mengapa, Seulgi sudah berada di kerumunan ini. Seulgi bahkan tidak tahu.

“Sehun, kau kemana?” dengan usaha keras, Seulgi berhasil keluar dari kerumunan manusia itu.

“Hah, aku dimana sekarang?” Seulgi mengelap keringatnya, dia tidak tahu dirinya berada dimana sekarang.

“Ini, di Namdaemun street” Seulgi memegang kepalanya yang terasa berat,

“Ponselku juga mati”

“Uangku juga tinggal sedikit”

“Kai”

“Kalau dipikir, selama ini aku hanya berdiam di rumah. Tidak pernah keluar untuk berjalan seperti ini. Kai, yang ku anggap teman, sekarang tidak bisa lagi berteman denganku. Hubungan pertemanan dengan Kai pun, itu karena Kai yang mengajakku”

“Aku jadi berpikir kalau itu adalah hal yang sudah sewajarnya, sekarang, kapanpun, aku selalu berteman dengan Kai”
Air mata mengalir begitu saja dari mata Seulgi, membasahi pipinya.

“Benar, seharusnya aku sudah mengerti dari dulu”

“Akulah yang harus paling mengerti” Seulgi menghapus air matanya, kemudian berlari.

“Bahwa aku tidak akan pernah mendapat cinta dari Kai”

“Tapi, apakah aku akan membiarkan pertemananku dengan Kai berakhir seperti ini?” lari Seulgi semakin kencang, air mata tidak berhenti keluar dari matanya.

“Aku…

ingin bertemu Kai”

“SEULGI…!!!!”

“Apa yang kau lakukan di taman yang gelap ini? Kenapa kau menangis?” Kai berlari menuju Seulgi,

“Kau kenapa?” Kai terlihat sangat cemas, Ia memegang kedua bahu Seulgi.

“Tidak apa-apa” Seulgi menggelengkan kepalanya pelan, Ia tersenyum kemudian menghapus air matanya.

“Dimana Sehun? Kenapa Ia meninggalkanmu?” Tanya Kai sambil melepas kedua tangannya dari bahu Seulgi.

“Tidak aku yang tersesat sendiri” Seulgi tersenyum tipis.

“Seulgi, waktu aku melihat kau dengan Sehun, entah mengapa aku merasa tidak senang melihatnya”

“Kai, kenapa…”

“Sepertinya, entah sejak kapan. Aku sadar kalau Seulgi…

Wajah Seulgi terlihat tegang, jangan sampai Kai sadar kalau ternyata Ia telah jatuh cinta kepadanya.

“Adalah temanku yang sangat berharga”

“HAH?!”

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Wahahahhahahhahhaa ^^ panjang kan chapter ini? Sih author lagi senang sih pas ngetiknya ^^ hehehehehhe plus banyak dapat inspirasi dari manga-manga Jepang yang genre romance. Nggak sia-sia juga beli komiknya ^_^ hehhehehhehe.

Mohon maaf jika ada kesalahan ^_^

Terima kasih telah mau membaca~

Dan

Jangan lupa tinggalkan komentar! ^_^