22

KAIFANFICTION

By : winniesulastri

@Winnietrii

STARING

KIM JONGIN EXO

JENNIEE LEE OC

Teen, Ficlet, Fluff

Cuap Bentar : Lupa genre, Lupa cara bikin cover, lupa cara bikin tulisan ngefeel, EYDHILANG #RIPEYD, but i seriously sooner bakal kambek, jadi uring – uringan gara gara jarang nulis, inspirasinya ilang.

Semoga sukaaaa…..

“22 : 30 dan hikmahnya..”

KAIFANFICTION

By : winniesulastri

@Winnietrii

STARING

KIM JONGIN EXO

JENNIEE LEE OC

Teen, Ficlet, Fluff

Cuap Bentar : Lupa genre, Lupa cara bikin cover, lupa cara bikin tulisan ngefeel, EYDHILANG #RIPEYD, but i seriously sooner bakal kambek, jadi uring – uringan gara gara jarang nulis, inspirasinya ilang.

Semoga sukaaaa…..

“22 : 30 dan hikmahnya..”

Overtime lagi, sungguh Jennie seharusnya sudah bermanja ria dengan kasur kesayangannya saat ini bukan duduk menunggu bus yang datang yang pasti telat lagi malam ini, seperti malam biasanya. Seharusnya gadis itu terbiasa tetapi tetap saja dia menggerutu disetiap malamnya seperti semua ini terlalu kejam baginya.

Teruntuk hari ini, dia membenci bosnya dibalik senyum manisnya itu tersimpan jin yang tinggal didalam tubuh atletisnya, sungguh dia membenci bosnya yang seenaknya memberi pekerjaan tanpa henti dan memaksanya untuk lembur.

“Tuhan jika semua kejadian pasti ada hikmahnya, dimana hikmah yang di janjikan itu? Aku butuh”

TTak…

Seketika suara kecil ditengah kesunyian itu membuat Jennie semakim depresi, karena suara itu berasal dari sepatunya yang telah rusak, heelsnya patah dan penderitaan itu semakin sempurna dimalam minggu itu.

Bus malampun datang, dan Jennie sedikit bersyukur karena malam ini dia mendapat tempat duduk meskipun dibangku paling belakang dia tetap beranjak dan menduduki bangku itu. Bernapas lega, sedikit terkantuk rasanya lelah itu menarik matanya agar memejam, ya dia fikir tidak apa apa memejamkan mata semenit, toh perjalanan kerumahnya 30 menit dan bila dia tertidur sang supir akan membangunkannya karena dekat rumahnya adalah terminal terakhir.

Semenit saja cukup kok…

“Noona, bangunlah ini sudah terminal terakhir” ucap seseorang yang biasa ia dengar disetiap malam lelahnya , Jennie mengucek matanya perlahan.
Tidurnya terasa begitu nyenyak dan nyaman, sampai saat dia bangun, setengah sadar dia seperti menemukan surga bumi yang tersembunyi.

Sampai dia sadar bahwa..

“……Bos maaf aku tidak menyadarinya he he he” senyum dipaksakan dan tertawa canggunglah yang bisa Jennie berikan saat dia menyadari bahwa dia tertidur dan bersandar dibahu Kim Jongin;bosnya yang menit sebelumnya dia caci maki.

Dan mungkin karena begitu lelahnya dia tidak menyadari siapa yang berada disampingnya.

Dia tidak mendengarkan kalimat Jennie , seperti biasanya tetapi yang dia lakukan adalah berjongkok dan memberikan sendal yang entah darimana ia bawa dan memakaikannya dikaki polos Jennie –karena heelsnya ia buang.

Jennie hanya mematung melihatnya, “Lain kali, hati – hati” dan dia berjalan berbalik arah tanpa mengucapkan sepatah katapun, saat Jennie melihatnya menaiki taksi baru gadis menyadari sesuatu.

Rumah Kim Jongin seharusnya berada di 3 terminal sebelum rumahnya, artinya dia memang membiarkan Jennie bersandar dibahunya dan….. darimana dia tahu ukuran kaki jennie ?

Jadi ini, yang mereka katakan? Setiap kejadian pasti ada hikmahnya?
22 : 30 bersama Kim Jongin? Batinnya.