BAD BOY X BAD GIRL  (1. START)

 

YUMI-CHAN PRESENT ^^

 

CAST

– KIM JONG IN

– JUNG CHAN RA

-OH SEHUN (SUPPORT CAST)

– PARK CHAN YEOL (SUPPORT CAST)


RATING: PG-17

GENRE: COMEDY, ROMANCE , FRIENDSHIP, SLICE OF LIFE

LENGTH: ?

                              kategori YUMI-Chan hilang, mungkin karena kelamaan gak nge post kali yee…                  

JONG IN DISINI LEBIH TUA DARI CHANYEOL ^^ Sehun dan Chanyeol di tingkat 2 Senior Highschool sedangkan Jong In di tingkat 3 senior highschool.

                                               

                                        WHEN IT ALL BEGAN

 

                Brukkk

 

Jong In kembali menghajar orang – orang dihadapannya. Wajahnya nampak basah dengan keringat. Kedua temannya pun kini juga nampak kelelahan setelah menghajar puluhan orang bersama Jong In.

 

“Yah, apa kalian lelah huh? Apa sudah menyerah ha? Ingat! Jangan lagi mencari masalah denganku! Brengsek!” Jong In menendang kecil, kaki orang yang baru saja dihajarnya.

 

Ini sudah kesekian kalinya pria bernama Jong In, dengan kedua temannya yang bernama Sehun dan Chanyeol melakukan ini. Saling berkelahi, saling memukul. Ini sudah tidak terhitung yang keberapa.

 

Bahkan mereka masih mengenakan seragam kini. Sebuah seragam dari sekolah swasta terbaik di korea, Hangwoon International High School. Sekolah yang hanya ditujukan untuk kalangan atas berotak encer. Tapi siapa sangka mereka memiliki murid yang selalu berulah layaknya Jong In,  Sehun dan Chanyeol.

 

Sayangnya, meski sekolah tahu. Mereka takkan bisa berbuat apapun. Di dunia ini, yang menang jika bukan yang memiliki uang, ia adalah yang memiliki kekuasaan. Dan ketiga pria itu memilikinya.

 

Kim Jong In, pria itu adalah anak tunggal dari pemilik sekolah, sang ayah adalah pemilik darii hangwoon international high school, ibunya adalah CEO dari perusahaan terbesar di Asia. Siapa yang berani mengusiknya? terlebih lagi mereka juga masuk kedalam jajaran siswa berprestasi. Bahkan meskipun Jong In lebih memilih untuk berkelahi dari pada mengikuti pelajaran di sekolah, toh meski begitu Jong In tetap memperoleh nilai terbaik di kelasnya. Ciri khas yang dimilikinya adalah ikat kepala berwarna putih yang dikenakannya.

 

Oh Sehun, pria itu merupakan cucu satu – satunya dari kepala sekolah, siapa yang beranii melawannya? Bahkan guru sekalipun. Tidak pernah masuk ke kelas dan selalu berkelahi bersama dengan Jong In dan Chanyeol. Persahabatan erat diantara mereka itu telah terjalin sejak kecil. Namun siapa sangka jika Sehun yang sering menghajar orang, selalu membawa boneka kecil disakunya, yah Sehun sangat menyukai benda – benda kecil, tidak ada yang tahu  tentang ini kecuali Jong In dan Chanyeol.

 

 

Park Chanyeol, bisa dibilang ia juga menjadi pelindung untuk Jong In dan Sehun. Ayahnya adalah seorang jaksa agung dan ibunya adalah pengacara terbaik di korea. Tentu saja itu seperti membuatnya kebal akan hukum.

 

 


 

Angin berhembus pelan, menerbangkan beberapa daun maple yang telah mengering dan hampir terjatuh dari tangkainya.

 

Sekolah mewah itu nampak ramai, sekarang ini sudah memasuki jam istirahat.

 

Namun di sebuah ruangan yang bertuliskan ‘Ruang Konseling’ suasana ruang itu terasa cukup tegang.

 

“Sudah cukup! Jung Chan Ra, aku lelah menjadi guru pembimbingmu! Kau selalu membuat ulah terus menerus! Kali ini apa alasanmu?”

 

“Pria itu menyingkap rok milikku! Jadi apa aku justru harus tersenyum seperti orang idiot tanpa melekukan apapun?” gadis itu menjawab, wajahnya memerah kesal bahkan sepertinya emosi  itu masih bersarang pada dirinya.

 

“Tapi kau tidak perlu menghajarnya hingga seperti itu, terakhir kali kau menghajar seseorang hingga masuk ke rumah sakit, hanya karena ia bersiul padamu!”

 

“Itu juga termasuk kedalam pelecehan! Dan itu sangat menggangguku!”

 

“Kau banyak alasan! Jika bukan karena kau siswa terpandai di sekolah ini, jika bukan karena kau yang merupakan penyumbang piala terbanyak untuk sekolah ini, kami pasti sudah mengeluarkanmu! Apa kau tahu?”

 

“Yah, terserah kau saja! Kalau mau keluarkan aku yah lakukan saja, toh ibuku bilang, bagaimanapun aku di sekolah, aku hanya akan meneruskan rumah sakit keluargaku. Jadi terserah saja.” Wajah guru itu semakin masam, dosa apa yang telah ia perbuat hingga memiliki murid seperti itu.

 

“Ya tuhan, kuharap ada seseorang yang bisa mengubah sifatnya itu!” guru itu bergumam pelan namun Chan Ra masih sempat mendengarnya. Gadis itu hanya tersenyum miring.

 

“Aku akan menelpon ibumu! Besok aku akan memintanya datang ke sekolah!” gadis itu mendengus, dia nampak sama sekali tak perduli.

 

Namun kemudian wajah tak perdulinya tiba – tiba berubah tegang kala ia mengingat sesuatu.

 

‘Aku tidak akan lunak lagi padamu! Ini diluar batas wajar! Eomma sudah 43 kali ke sekolah karena ulahmu! Kalau aku dapat panggilan lagi dari sekolah atas sifat berandalmu itu! Aku akan benar – benar memasukkanmu ke sekolah kepribadian! Sekolah asrama! Dan semua kegiatanmu akan benar-benar dipantau!’

 

Raut wajah Chan Ra langsung berubah, sedikit ketakutan. Ibunya tidak pernah bohong akan kata – katanya. Habislah dia jika ibunya benar – benar memasukkannya ke sekolah kepribadian hanya untuk membentuk dirinya sebagai wanita yang lebih baik. Sekolah asrama, dia bisa saja kehilangan masa mudanya yang indah! Itu tidak boleh terjadi.

 

“Anu, Seonsangnim! Kumohon jangan telepon ibuku!” guru itu langsung mengernyit heran, baru saja Chan Ra berkata dengan sangat santai, tidak masalah melakukan apapun tapi tiba – tiba dia langsung berubah pikiran. Ada apa sebenarnya, alis guru itu bertaut.

 

“Aku- ibuku mungkin akan memasukkanku ke sekolah k- kepribadian jika sekali saja kau menelponnya lagi!” Chan Ra memasaang wajah memelas, Ini menyangkut kelangsungan hidupnya. Chan Ra bisa mati perlahan jika masuk ke sekolah kepribadian dengan aturan yang ketat dan mengerikan, hidup di dalam asrama dengan seluruh kegiatan yang sudah diatur. Ia tidak bisa menerimanya!

 

Ia adalah gadis bebas, tidak terikat. Sekalipun dia masih tetap gadis baik – baik, yang tidak pernah pergi ke klub malam ataupun menenggak alkhohol.

 

Guru itu nampak berfikir sejenak, kemudian seulas senyum tipis terukir di wajahnya.

 

“Baiklah, asal dengan syarat!” Chan Ra mendengus, tentu saja tidak ada yang gratis di dunia ini.

 

“Apa itu?” yah, jika uang tidak akan jadi masalah untuk Chan Ra.

 

“Kau tahu Kim Jong In? Siswa kelas 3?”

 

Entah bagaimana firasat Chan Ra tiba – tiba buruk. Kenapa guru nya menanyakan Kim Jong In. Tentu saja ia tahu, pria yang tidak pernah mengikuti pelajaran namun mendapat nilai terbaik di angkatannya. Sama seperti Chan Ra, pria itu juga menyumbang banyak medali prestasi untuk sekolah ini dan mendapat nilai terbaik. Mungkin jika mereka berada di satu angkatan, Jong In akan menjadi saingan yang sangat berat untuk Chan Ra.

 

 

Chan Ra berada di tingkat 2 senior highschool dan Jong In berada di tingkat 3 senior highschool. Sedangkan Sehun dan Chanyeol berada di tingkat 2 senior highschool sama seperti Chan Ra.

 

“Hmm, aku tahu. Kenapa?”

 

Tentu saja Chan Ra tahu, pria itu mendapat julukan Black Angel. Seantero sekolah mengenalnya. Julukan Black Angel ia dapat lantaran dibalik kesempurnaannya, dia seperti pembunuh berdarah dingin. Tidak punya hati.

 

“Aku tahu dia sangat pintar, tapi kini dia sudah berada di tingkat 3 Senior highschool. Dia tetap harus masuk ke kelas.Hanya beberapa bulan ia akan segera lulus dari sekolah ini.”

 

“Lalu kenapa? Ia tingkat berapapun aku tidak perduli!” Chan Ra menjawab acuh tak acuh, membuat guru itu mendengus kesal.

 

“Yak! Perdulilah! Karena syarat agar aku tidak menelpon ibumu adalah kau, harus membuat Jong In masuk sekolah dan mengikuti pelajaran!”

 

Hening sesaat, Chan Ra masih mencerna kata – kata gurunya itu. Berharap ia hanya bercanda. Bagaimana bisa ia berurusan dengan pria seperti Kim Jong In? dia akan mati pasti.

 

“Ahahah! Seonsangnim bercandamu tidak lucu!” Chan Ra tertawa hambar. Gurunya benar – benar sudah tak waras, jong in tidak segan menyingkirkan orang yang mengusiknya. Meski tidak sampai mati terbunuh, namun tetap saja Jong In sangat mengerikan.

 

“Aku tidak bercanda!”

 

Ekspresi wajah Chan Ra berubah serius,

 

“Wae? Apa kau takut huh? Kau juga sama berandal dengannya! Kau tahu!”

 

“Tapi aku tidak separah itu! Dia…, sangat mengerikan! Aku takut, lagi pula bagaimana cara membuat dia masuk sekolah dan mengikuti pelajaran?” Chan Ra bertanya dengan wajah ngeri, pria itu. Chan Ra berani bersumpah dia mungkin tidak pernah tertawa atau tersenyum seumur hidupnya! Wajahnya tampan, namun rautnya selalu datar dan serius. Dengan ikat kepala berwarna putih yang tersemat di dahinya. Dia benar – benar seperti seorang… ah entahlah.

 

Chan Ra juga pernah dengar, bahwa Jong In pernah menghajar 20 anggota mafia terkenal sendirian ketika mereka mencoba memperkosa beberapa gadis dari sekolah ini. Yah, pria itu memang cukup baik sepertinya, tidak sepenuhnya berdarah dingin, tapi tetap saja bagi Chan Ra dia tetap mengerikan!

 

“Chan Ra-ya, apa belum pernah ada yang mengatakan padamu bahwa kau cantik?” Guru itu bertanya dan chan ra memutar bola matanya mencoba mengingat sesuatu. Ada, tapi hanya sekali.

 

Flashback

 

Saat itu di jam istirahat

 

“Hai cantik! Swiiittt…swittt” Chan Ra tersenyum miring menoleh ke arah segerombolan pria di sekolahnya.

“Apa kau bilang tadi?” tanyanya sambil tersenyum paksa.

“cantik? Kau sangat cantik, dan sexy…” siswa itu memasang senyuman menggoda yang justru terlihat menjijikan.

“benar kau sangat cantik, apa kau mau jalan-jalan dengan kami?”

“A… Cantik? Cantik dan sexy ya? Hmm…”

 

BRUKKKK

 

“Apa aku masih terlihat cantik dimatamu hah? Kalian juga, apa masih berfikir aku cantik? Sexy?”

“aww, ya kau!” beberapa siswa itu mulai maju menyerang Chan Ra.

 

BRUKKKK

 

BRUKKKK

 

BRUKKKK

 

Beberapa pria itu jelas tumbang dihadapan Chan Ra, dia mendesis kesal. Puluhan murid yang menyaksikan langsung kejadian itu bergidik ngeri. Siswa – siswa yang sudah tumbang itu merupakan kumpulan berandal sekolah yang tak bermutu.

 

“Orang menjijikan seperti kalian bisa berada di sekolah ini, sangat disayangkan! Besrsiul, menggoda wanita, kalian sangat menyedihkan!  Aku memang berandal tapi aku tidak pernah mengganggu dan memulai lebih dulu!”

 

Dan sejak saat itu tidak ada seorangpun yang berani mengatakan bahwa Chan Ra memang cantik.

 

Flashback off

 

“Hanya sekali dari yang kuiangat,” guru itu langsung tersenyum aneh, ah mungkin mereka takut pada Chan Ra. Guru itu hanya mengangguk paham, kemudian dia memegang bahu Chan Ra.

“Sejujurnya kau sempurna, Cantik, pintar, kaya, jika saja kau tak suka berkelahi, dan tabiatmu lebih baik lagi aku yakin banyak sekali pria yang akan mengejarmu.” Chan Ra hanya membalasnya dengan dengusan malas.

“Jadi Yewon seonsangnim, kau sejujurnya ingin mengatakan apa? Bertele-tele sekali!”

“Aish! Jinjja! Gunakan wajahmu ini, kau bisa membuatnya menyukaimu, tergila-gila padamu lalu setelah dia menyukaimu kau bisa meyuruhnya melakukan apa saja termasuk, masuk ke sekolah! Bagaimana?”

“APA?” Chan Ra memekik kaget, kata – kata gurunya diluar perkiraan.

“Yah, kalau sampai pacaran dengannya pun mungkin kau hanya perlu bertahan beberapa bulan saja, sebentar lagi dia akan lulus, tenang saja. Ya, kalau kau tidak mau, yahhh mau bagaimana lagi aku bisa menelepon ibumu dan-“

“Kau mengancamku seonsangnim?” tanyanya sembari mendesis kesal,

“Kau hanya perlu sedikit menahan emosimu beberapa bulan ini, jadilah gadis sempurna agar jong in menyukaimu lalu kendalikan dia, hanya beberapa bulan sampai jong in lulus, daripada kau harus sekolah kepribadian sampai kau lulus nanti, tinggal di asrama, apa kau tahu betapa mengerikannya itu?” Chan Ra berfikir sejenak, lagipula tidak ada salahnya mencoba bermain-main dengan pria itu. Hanya beberapa bulan, daripada harus sekolah kepribadian dan terkekang di asrama sampai dia lulus senior high school nanti. Sedikit menjadi gadis baik juga tidak buruk sepertinya.

“HMMM… BAIKLAH! Apa kau puas seonsangnim?”

Guru itu langsung mengangguk senang,

“Aku akan secepatnya memberi hasil!” gadis itu berlalu pergi, meninggalkan guru itu yang tersenyum miring.

“Setidaknya aku bisa tenang beberapa bulan ini, Chan Ra akan berhenti berkelahi untuk membuat Jong In menyukainya dan Jong In akan menjadi lebih lunak setelah menyukai seorang gadis! Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, aku yakin mereka akan benar – benar jadi pasangan hahahaha, dari ramalan yang kubaca zodiac mereka memang sangat cocok!”

 

 

TBC

 

Miaaannn lama, aku sibuukkk banget, apalagi abis kecelakaan september lalu sampe harus istirahat berminggu-minggu. Dan mumpung liburan aku lanjutin yang sempet aku tinggal. Makasih, CMIIW

 

Kritik dan saran diterima ^^