Cari

KAI FanFiction Indonesia

Share You're imagination about EXO's KAI

Tag

Kim Jong In/Kai

Melted (Chapter 4)

Cast: Kim Jongin, Ahn Yeori (OC)

Genre: Romance, action.

Rate: M

Disc: ini ff asli dari otak saya. No plagiat, copas dan please like dan comment. Comment saran kritik saya trima kok.

.

.

.

Review*

“Sehun?”

“Duduklah, aku benci makan sendirian.”

3 minggu Kai tidak bertemu dengan Yeori. Ia mengingat segalanya disaat Yeori telah menghilang.

“Aku mempunyai firasat buruk. Bagaimana jika mereka lebih dahulu bertemu Yeori?” 

“Tidak. Bukan hanya itu yang kau cemaskan. Ada hal lainnya bukan?” 

Dalam keheningan Kai menatap kosong wajah Yeori di layar komputer. “Aku hanya tidak ingin ia pergi lagi.

“Aku hanya mencintaimu Kai.” Ujar Shira dengan air mata mengalir di pipinya.

“Aku akan membunuhmu jika kau melakukan hal buruk padanya! Camkan itu!” Teriak Kai membuat Sehun mengeluarkan smirknya.

“Coba saja dan gadis itu akan mati duluan.”

.

.

Kai menatap layar komputer dengan serius. Ia menatap video cctv yang memperlihatkan sosok wanita yang ia cari selama lebih dari 3 pekan ini.

Yeori, gadis itu berjalan memasuki sebuah gedung tinggi dan keluar dengan seorang laki-laki, Sehun. Mereka bersama dengan senyuman cerah menghiasi wajah mereka. Kai mengepalkan tangannya dan memukul meja dengan kencang.

“Dia bersama Yeori.” Lirih Kai dengan nada kesal dan benar-benar marah.

Lanjutkan membaca “Melted (Chapter 4)”

Allergic Playboy Chapter 4

Author :

ninilover

Title :

[ Rain was blessing for human ]

Allergic Playboy

Chapter #4

Cast :

Kim Jong In/Kai (EXO)

OC

  Supported Cast :

EXO member, find by ur self

Genre :

School life, Comedy, Romance

Lenght :

Chaptered

Rated :

T

CKUPPz2UcAAPBjn 

 

Poster by IVRISLE on Poster Design Art

 

A/N : Fanfic ini aku buat semurni-murninya dari pikiranku. Kalau ada bagian yang sama di drakor maklumin aja ya. Copas? Trims. Dosa ditanggung sendiri. Readers, harap komennya ya.. thankchu.

Disclaimer : Author usahakan tidak ada typo bertebaran:D

 


“Fake smile? Yaampun, wanita incaranku yang satu ini membuatku menendang semua yeojachingu-ku. Aku sang kelinci.”

Kim Jong In-

 

“Jika aku disuruh memilih alergi anjing atau alergi kelinci. Aku akan memilih alergi anjing.”

-Choi Soora-

 .

.

.

 

 

Bedroom’s Soora

 

From : Jung-kookie

“Noona, besok kau akan pulang bersama, bukan?”

 

Soora hendap berfikir saat Jungkook mengirimnya pesan itu. Sebenarnya, ia hanya malu jika harus berhadapan dengan Jungkook untuk beberapa hari. Apa mungkin Soora harus berbohong? Tapi ia tidak enak jika harus berbohong pada lelaki yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri.

 

To : Jung-kookie

“Jungkook-a, ramalan cuaca besok akan hujan, kuharap, kau membawa payung.”

Ia melempar ponselnya sendiri, kesal, kenapa harus serumit ini? Kini ia memikirkan tentang Jungkook dan Kai. Sebenarnya, ada hubungan apa diantara mereka berdua?

Dia itu adikmu, Jongin-a. Tidak ada salahnya bukan dia kesini?”

“Adik? Tidak mungkin marga mereka berbeda. Apa mungkin adik sepupu? Atau.. Adik tiri? Tidak, jika ia adik tiri dari playboy itu.. Pasti daridulu ia sudah menceritakannya. Tapi ia tidak pernah bercerita padaku. Mungkin, adik sepupu..”

***

Chanyeol menatap heran seorang yeoja yang berada dihadapannya ini, dan baru saja keluar dari UKS. “Fake smile? Untuk apa kau kesini? Apa kau sakit?” Soora menghela nafasnya, kasar. “Ne, aku sakit. Tapi ini bukan urusanmu, mianhada.” Ujarnya, lalu pergi darisana. Sedangkan Chanyeol mencibir wanita itu, Kai, kurasa kau salah memilih yeoja lagi. ‘ Lelaki jangkung itupun, memasuki UKS. Ia kembali menatap seseorang dengan heran –lagi-. Apa lagi ini? “Noona, waeyeo?” Kini ia sedang melihat Kakaknya mengelus pelipisnya, seperti orang bangkrut. “Hanya memikirkan sesuatu, mana makanan yang kupesan?” Chanyeol tersenyum, tidak biasanya noona-nya berfikir sampai seperti itu. Biasanya, akan sangat tenang tapi ini? “Memangnya apa yang kau fikirkan , noona?” Adiknya duduk di kursi, yang berhadapan dengan Kakaknya. Chanyeol melihat Kakaknya yang 4 tahun lebih tua darinya, sedang menyantap makanan yang ia nikmati itu. “Ne, aku sedang memikirkan obat alergi.” ‘ Alergi? Apa si fake smile itu? ‘ Chanyeol mendesah, “Ssh, bolehku tau, siapa nama si pasien alergi itu?” Yoora mendangak-an kepalanya, “Teman sekelasmu, siapa namanya tadi.. Ah- Choi Soora.” Chanyeol yang kaget membuka mulutnya sedikit, Kakaknya malah kembali menyantap makananya tanpa memperdulikan adiknya. Saat Yoora ingin menyuap makanannya, Chanyeol berkata lagi. “Noona, boleh aku bertanya lagi? Dia memiliki alergi apa sampai kau mencari obat untuknya?” Sontak Yoora tidak bisa memasukan bulgogi itu ke dalam mulutnya. “Yak, tidak bisakah kau membiarkan aku makan dengan tenang? Alergi yang ingin kumiliki, tapi itu mustahil.” Chanyeol menghela nafasnya. Apakah harus ada basa-basinya? “Sebutkan alerginya saja, noona..”

“Alergi namja playboy.”

Ia menyeringai kecil, ‘ Kim Kai, temanku. Hari ini, hari jackpot untukmu. ‘ Yoora yang melihat ekspresi adiknya, membuatnya mengerutkan dahinya.  “Yak, ada apa dengan wajahmu?” Chanyeol tersadar bahwa noona-nya menegurnya. “Aniyeo, hahaha..”

Chanyeol berlarian kecil menghampiri Kai yang sedang mendengarkan musik di kelas sambil menutup matanya dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya, karena ini waktu istirahat. Tapi, seketika ia melihat Soora di samping tempat bangku Kai. Tidak, ini tidak tepat. “Annyeong, fake smile.. Smile juseyo?” Sapa Chanyeol, dengan gaya menyunggingkan bibirnya dengan jari telunjuknya. Soora hanya menatap Chanyeol, “Terimakasih.” Ujarnya, lalu melanjutkan membaca novelnya. “Astaga, kau yeoja, tapi sifatmu sangat dingin.” Melihat Soora yang tidak menganggapnya, ia beralih pada Kai. “Kai, aku punya berita bagus untukmu. Fake smile itu memiliki alergi, alergi playboy. Dan aku punya-“ Bisik Chanyeol, sepelan-pelan mungkin agar Soora tidak mendengarnya.

“Aku tau,” Chanyeol menatap Kai tak percaya, “Jika kau tau, kenapa kau tidak berbuat apa-apa?!” Emosi Chanyeol berkoar, akibat perbuatan temannya. Suaranya sangat keras, membuat orang yang lain dikelasnya menatap kearah Chanyeol. Mungkin terkecuali Soora yang sama sekali tidak peduli. “Kau bilang, kau punya ide. Apa itu?” tanya Kai. “Kai, kau punya seribu ide pada wanita.” Kai berpikir terhadap dirinya sendiri. “Tidak juga. Sudahlah, beritahu aku apa idenya.” Chanyeol mendekatkan bibirnya pada telinga Kai.

 

Canteen

 

“Kai, cepat katakan kepada teman-temanmu, apa yang kau katakan tadi barusan.” Paksa Chanyeol. Ia menarik Kai smpai ke kantin entah tujuan apa menyeretnya seperti itu. Tatapan kesal, ia lempar pada Chanyeol. Temannya yang satu ini, pintar, tapi terkadang sangat idiot. “Channie, memangnya apa yang Kai katakan?” Tanya Baekhyun yang merayu Chanyeol. “Kau tanyakan sendiri,” Baekhyun menatap Kai, “Yak, sebenarnya apa yang kau katakan, Kai?” Yang ditanya hanya memutar kepalanya. “Dia terlalu berlebihan. Aku hanya mengatakan, aku berhenti sampai disini. Menjadi playboy. Itu saja.” Semua menatap satu sama lain, dan saling bertanya. “Jinjja? Kai, apakah ini benar-benar dirimu?” Celetuk Xiumin smbil memegang lengan Kai, memeriksanya. Kai menarik lengannya menunjukkan rasa geli. “Tentu saja, apa aku terlihat aneh?” Sehun menganggukkan kepalanya sendirian. “Ne, belakangan ini aku merasa aneh padamu. Aku bertanya, apa kau menyukai fake smile?” Kini semua –exo- menatap pada satu arah. Kai. Kai yang bingung hanya menatap teman-temannya ini secara bergantian. ‘ Apakah harus berlebihan seperti ini? ‘ batin Kai. “Aku belum mengetahuinya. Sudahlah, jika kalian ingin mengintrogasiku hanya masalah sepele. Aku pergi.” Kepergian Kai membuat hening di meja tersebut, kecuali di meja makan lainnya. “Aku yakin, dia berkepribadian ganda.” Ujar Sehun.

Out of School

Mata Soora melihat kearah langit yang cerah. ‘ Mianhae, Jungkook-a.Aku berbohong padamu. ‘ Ia keluar dari sekolahnya, dalam keadaan senang. Melangkahkan kakinya ke halter bus. Dan duduk disana. Seketika, wajahnya bingung melihat sekelilingnya sedang terburu-buru sambil melindungi kepala mereka dengan jas ataupun mantel. Soora menatap langit yang taadinya sangat cerah sekarang malah mendung. “Aish, Turun hujan. Padahal aku hanya berbohong pada Jungkook.” ‘  Sudah kubilang, minggu ini aku selalu kena sial. ‘ runtuk Soora dalam hatinya. Hari sial baginya adalah hari dimana kau terkena sial. “Coba saja, seseorang membawakanku payung.”

Soora menatap payung yang disodorkan oleh seseorang. “Doamu terkabul. Hah.. itulah karma. Kau membohongi temanmu dan sekarang kau terkena imbasnya.” Lontaran Kai lagi-lagi membuat Soora kesal. “Yak, sejak kapan kau disini?” Tanya Soora. Lelaki yang berdiri yang tidak jauh darinya hanya tersenyum kecil. “Aku sudah disini sejak- tidak, baru saja aku sampai. Dan aku mendengar gerutuanmu.” Soora menghela nafasnya, dan tanpa membuang waktu ia langsung membuka payung itu dan berjalan. Namun langkahnya di hentikan oleh Kai. “Yak, apa kau melupakanku? Aku hanya membawa payung!” Teriak Kai. Soora menoleh, lalu berjalan kembali kearah Kai. “Kukira kau membawa dua payung. Aish, jinjja..” Kai memperlihatkan deretan giginya. “Aku sengaja, hanya membawa satu payung.” ‘ Apa maksudnya? ‘ pikir Soora. “Terserah, igo..” Soora mengembalikkan payung yang diberikan Kai beberapa menit yang lalu. “Apa kau tidak mengerti maksudku? Aku ingin kita berdua memakai payung itu.” Jelas Kai. “Alergiku bisa kambuh. Kau lihat’kan?” Ujar Soora sambil menunjuk hidungnya yang merah. “Apakah itu bisa menjadi masalah? Kajja, sudah hampi sore.” Kai menarik pergelangan Soora dan menaruh payung di atas kepala mereka.

Eric Nam – Melt My Heart 0 : 12

 

Soora menatap Kai, entah ada apa dengannya. Ia merasa aman di dekatnya. Sama halnya dengan Jungkook. Tapi rasanya berbeda. Jantung berdetak. Membuatnya memalingkan wajah pada Kai. ‘ Jantungku, ada apa? Padahal hanya jalan berdua seperti ini. Aku harus tarik nafas. ‘ Ia menarik nafasnya agar jantungnya tidak berdetak kembali. ‘ Kenapa tidak hilang? Aku benar-benar tidak mengerti. ‘ Matanya ingin menatap Kai sekali lagi. Namun, disaat yang bersamaan Kai menghentikan jalannya sekaligus menatap Soora balik.

glek

‘ Eotteokhae? Apa ketahuan aku melihatnya tadi? ‘ pikir Soora. “Kenapa kau berhenti?” Sebaiknya ia bertanya daripada terlihat seperti orang tertangkap basah. “Pipimu merah, kau kedinginan?” Tanya Kai. Wajah Soora langsung kikuk saat Kai melontarkan kalimat ‘ pipimu merah. ‘  ‘ Sial, kenapa pipiku harus terikut merah? ‘ “Jinjjayeo? Tapi aku tidak kedinginan. Kajja..”

Eric Nam – Melt My Heart < 3 : 33

 

Soora’s Home

Soora mencari-cari kunci rumahnya yang biasa Kakaknya taruh di suatu tempat. “Kau cari apa?” Tanya Kai yang penasaran melihat Soora yang sedang kebingungan. “Kunci rumah.” Ujarnya di selingi mencari kuncinya itu. Kai menarik nafasnya, “Tidak akan ada pencuri di komplek ini. Kau tenang saja, tidak perlu mengunci rumah.” Soora mencibir, “Untuk jaga-jaga, rumahmu tidak-“ Kini ia –soora- teringat dengan Jungkook. Ya, apa hubungannya dengan Kai? Ia sangat ingin ertanya tapi itu ursan pribadinya jadi untuk apa ia ikut? “Aku akan menelfon Kakakku.”

“Yeobosseyeo?”

 

“Eonnie, dimana kau taruh kunci rumah?”

“…”

“Mwo? Bisa kau ulangi lagi?”

…”

 

“Kau tidak memikirkanku? Dimana aku harus menunggumu?”

“Bilang saja pada tetanggamu, untuk sekali ini saja menolongmu.”

 

“Lupakanlah, aku akan mencobanya!”

Soora menutup telfonnya keadaan kesal. Kai yang sedari tadi melihat rumah Soora menghampiri yeoja itu. “Ada apa?” Soora menangkupkan kedua bibirnya berfikir, ‘ Kenapa harus se-sial ini? Ya Tuhan.. ‘ “Kunci rumah terbawa oleh eonnieku. Pergilah, dia bilang sebentar lagi akan kesini.” Kai menatap hujan yang semakin deras. “Apa kau yakin? Hujan ini semakin deras. Lebih baik, kau kerumahku. Untuk berteduh sekaligus menunggu Sooyoung Noona.” Jujur, dia mulai kedinginan sekarang. “Kau janji tidak akan berbuat macam-macam?” Tanya Soora untuk memastikan. Bahwa playboy itu menepai janjinya sbelum menuruju kerumahnya. “Tentu saja, kau tau, aku tidak pernah melakukan hal aneh terhadap yeoja.”

Kai’s Home

 

“Tangkap!”

Soora menangkap handuk kecil yang di lempar Kai barusan. Kai yang sudah mandipun mengacak rambutnya dengan handuk lalu membiarkan handuk kecil itu mengelilingi sekitar lehernya. “Jangan salah paham, ini semua akibat Kakakku tidak sengaja membawa kunci rumah.” Kai yang menuangkan hot chocolate ke dua cangkir malah tersenyum. “Arra.” Itamu dimana tempat Soora dan membawa ke dua gelas itu keruang tamu dimana tempat Soora terduduk. “Minumlah..” Soora mengambil minuman yang sudah di berikan Kai.

“Bisakah kau sedikit menjauh?” Kai menggelengkan kepalanya. “Yaampun, ini rumahku. Tidak baik kau menyuruhku menjauh di rumahku sendiri.” Soora meminum minumannya, daripada harus berdebat dalam keadaan seperti ini. Tidak adada reaksi apa-apa pada Soora, Kai beranjak dari menelfon.

Kai yang kembali dengan membawa makanan melihat Soora yang tertidur. Secara pelan-pelan ia menaruh makanan itu di meja. Ia -kai- terduduk di lantai sambil menatap Soora yang sedang tertidur. Jari jemari Kai menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Soora. “Choi Soora, apa kau sudah tidur?” Bisik Kai. Tidak ada jawaban. ‘ Mungkin ia sudah tertidur ‘ pikir Kai. Kai mendekatkan wajahnya pada Soora.

Wanita itu membuka matanya, matanya tertuju mata Kai yang sangat dekat dengannya. Tersisa beberapa centimeter lagi. Kedua matanya Kai juga tidak terlepas pada mata Soora. Saling menatap satu sama sekali. Bahkan pada mereka tersendiri juga tidak ada ynag berkutik sama sekali. Berfikir dalam pemikiran mereka sendiri. Untuk pertama kalinya bagi Soora.

Kringg

Soora mendengar bunyi telfon, matanya kembali tertutup saat Kai mencari suara itu berada. Kai yang melihat Soora barusan menjadi bingung. Karena tadi ia melihat sangat jelas bahwa gadis itu tadi membuka matanya. Namun, telfon itu tetap saja berdering membuatnya segera beranjak dari duduknya –lagi-. Setelah kepergian Kai, Soora membuka matanya lagi. Dia tidak percaya. Shock. ‘ Apa benar tadi..-  Maldo andwae! ‘

Akan aku sampai’kan. Ne, aku senang jika ada teman yang kerumahku.”

“…”

“Ne, cheonmanyeo Noona.”

Kai menutup telfonya. Ia kembali ke ruang tamu yang sudah tidak ada seseorang lagi. Tapi, hot chocolate yang ia berikan kepada Soora sudah habis. Matanya menatap sekeliling ruang tamunya. “Kemana yeoja itu?” Tas maupun orangnya pun benar-benar tidak ada. Kai menggaruk tengkuknya, “Apa karena tadi?” Gumam Kai.

Soora yang berlari kearah rumahnya langsung menrobos Kakaknya yang baru saja memasuki rumahnya. “Yak fake smile! Kenapa kau berlarian seperti itu?!” Teriak Sooyoung. Tapi Soora sudah tidak memikirkan hal itu lagi. Pikirannya hanya nama ‘ Kim Jong In ‘ “Tadi..Dia hampir..menciumku. Aish!”

“AAA!! Aku benar- benar bisa gila!”

Red Velvet – Somethin’ Kinda Crazy 0 : 57  – 1 : 14

 

***

 

Soora memasuki kelasnya, kini ada dua bangku di tempatnya. Dan begitu pun yang lainnya. Beruntung bagi Soora, karena Kai duduk dengan Sehun. Sedangkan, ia duduk sendiri. Seorang guru memasuki kelas, diikuti oleh seorang perempuan yang terlihat feminim membuat siswa disana terlihat senang dan memuji wanita yang terlihat seperti malaikat itu. “Berhubung ada murid baru. Jadi kami mengubah tempat duduknya. Silahkan, perkenalkan dirimu.”

“Annyeonghaseyeo. Yoon Minha imnida!” Gadis itu melihat seorang lelaki yang tengah melihatnya dengan senyuamnnya sekarang ini. Sayangnya, dengan tatapan Kai biasa saja padanya.

“Kai, apa kau yakin akan mengundurkan diri dari profesimu itu?” Tanya Sehun, yang sekarang menjadi teman sebangkunya. “Aku tidak akan mengulang perkataanku lagi. Harus berapa kali kubilang?” Sehun menatap malas pada Kai, ‘ Seharusnya aku tidak usah bertanya, jika jawabannya hanya itu. ‘ Batin Sehun.

Out of School

Kai keluar dari gerbang sekolahnya bersama teman-temannya.  “Hyung.” Sapa Jungkook saat Kai melewatinya yang belum jauh. Terpaksa Kai menghampiri Jungkook. “Hyung, hari ini ada makan malam bersama rekan kerja Ayah. Ayah bilang, kau tidak boleh melewatkan makan malam ini.” Kai menganggukan sedikit kepalanya. “Arra.” Jawabnya lalu berjalan kembali kearah teman-temannya.

“Kai! Bukankah dia lelaki yang bersama fake smile itu?”

“Apa dia adikmu? Kelihatannya kalian sedikit akrab. Karena dia memanggilmu hyung.”

“Lalu, bagaimana fake smile?”

Yaampun, hanya dengan keempat pertanyaan tadi membuat kepala Kai pusing. “Aish pertanyaan kalian membuatku bingung. Kalian tidak bisa kerumahku.” Kini wajah Baekhyun, Sehun, Chanyeol, dan Lay yang membebani Kai dengan pertanyaan tadi merasa kecewa. Kai pergi, meninggalkan teman-temannya. “Astaga, apa ini penyebabnya Kai tidak ingin menjadi playboy lagi?” Ucapan Lay membuat semuanya setuju. “Kurasa begitu. Ah~ Sangat disayangkan.”

Kai’s Home  20.00 KST

 

Kai turun dari tangga dengan pakaian rapih, menduduki meja makan. Seseorang yang pertama kali ia lihat seorang perempuan yang ia rasa adalah wanita yang baru saja masuk di kelas tadi. “Neo-“ Matanya sedikit terbuka. Sebenarnya ada apa ini? Kai yang kebingungan mendapat simpati dari orang tua Yoon Minha. “Ne, Jongin-ssi.. Kami ingin, kau menjaga Minha selama kami pergi ke Boston. Dia akan tinggal di apartement, ini alamatnya. “ Kai menatap alamat apartement yang harus ia datangi sesering kali. Lalu beralih pada Abeojinya yang memakan makanannya yang sangat tenang. ‘ Apa maksudnya? Aku tidak mengerti. ‘ Batin Kai.

From : Soora noona

Kudengar kau dirumah playboy itu? Bisakah kau keluar sebentar? Ada hal yang ingin aku tanyakan padamu.

 

Jungkook melihat pesan itu langsung izin dengan Kakak perempuan tirinya yang tepat disebelahnya. Lalu, ia beranjak pergi dari sana. Ia keluar dari rumahnya, terlihat Soora sudah menunggunya. Jungkook menghampiri Soora yang sedang melamun. “Noona?” Wanita itu tersadar. “Jungkook-a, mian aku menyuruhmu untuk menemuiku malam-malam begini.” Jungkook tersenyum, “Gwaenchana, orang tuaku juga sedang sibuk dengan rekan kerja mereka.” Mata Soora terbuka, ia merasa bersalah menganggung Jungkook disaat seperti ini. “Jinjja? Apa aku menganggung? Kalau begitu, aku akan bertanya padamu besok saja” Pria di depannya amasih tersenyum, “Tidak, bahkan aku senang kau memanggilku kesini. Sebenarnya, apa yang ingin kau bicarakan?” Ia –soora- berfikir, ia tidak ingin menayakan hal ini namun ia sudah terlanjur penasaran. “Aku hanya ingin bertanya.. Engh.. Apa hubunganmu dengan playboy itu?” Tanya Soora ragu. Ia takut ada kata-kata yang salah dan membuat hati Jungkook terluka. “Ah~ Dia kaka tiriku. Semenjak kedatanganku, dia langsung dipindahkan ke Kanada selama 5 tahun.”

Kai yang masih terjebak di ruang makan menatap sekelilingnya, matanya sama sekali tidak menangkap Jungkook dimanapun. Sesampai Minha pun terikut bingung oleh tingkah Kai yang menurutnya seperti orang gelisah. “Noona, dimana Jungkook?” Bisik Kai. “Dia sedang keluar. Tidak biasanya, kau mencarinya seperti ini.” ‘ Apa mungkin- ‘ “Keluar? Eoddiga? Apa dia ke tetangga sebelah?” Kakak perempuannya kini memutar kedua bola matanya. “Aku tidak tahu, dia hanya bilang keluar sebentar. Ada apa?” Kai menggigit kuku jempolnya. Memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk saat ini. “Aku ingin keluar melihatnya..” Kakaknya ingin meraih jas yang sudah dipakai oleh adiknya, tapi ia sama sekali tidak bisa mendapatkannya. “Yak kau- aish anak itu.” Minha yang melihat kepergian Kai sampai memiringkan badannya penasaran apa yang Kai lakukan.

“Ah~ begitu. Tapi, kenapa kau tidak pernah bercerita padaku?” Soora yang sudah mendengar semuanya dari Jungkook sedikit lega karena rasa penasarannya dari kemarin akhirnya terungkap juga. “Itu sudah perjanjianku dengannya.” Kini keduanya terdiam entah apa lagi yang harus mereka katakan. Soora menganggukkan kepalanya, “Baiklah, aku kedalam..” Jungkook memegang lengan Soora. “Eum, bisakah kau menutup matamu? Sepertinya ada sesuatu di wajahmu.” Soora yang kebingungan meraba kedua matanya. “Ne? DImana?” Ia menutup matanya.

Jungkook mencium dahi Soora. “J-Jungkook-a?” Lelaki di depannya malah tersenyum dengan manis. “Aku pamit.” Melangkah pergi dari hadapan Soora yang masih memegang dahinya. Jungkook memasuki gerbang rumah milik orang tuanya. Terlihat di depan pintu dalam, Kai berdiri menghadang sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam kantung celananya. Spontan Jungkook menatap  kaget ditambah heran. “Kau mengagetkanku hyung.” Kai tersenyum tipis, “Apa kau mulai serius dengannya?” Kini Jungkook tersenyum, “Tentu saja, hyung. Kau kira aku akan bermain-main sepertimu?” Kai mendecih mendengar perkataan Jungkook, yang terlalu membanggakan dirinya sendiri. “Cih, kau harus ingat au tidak akan bermain-main lagi setelah ini.”

“Kurasa, kau tidak akan pernah bisa hyung.”

Kai mengangkat sebelah alisnya, “Apa yang tidak bisa dilakukan oleh mantan keclinci?” Jungkook melipatkan kedua tangannya di depan dada. “Dia memiliki alergi playboy. Kau lupa ddengan hal itu, hyung?” Tatapannya semakin sengit, “Kau salah jika berhadapan denganku, Jungkook. Aku berani bertaruh apapun padamu, jika aku bersama dengannya tidak akan lagi hidungnya merah.” Jungkook menatap Kai, memastikan bahwa ‘ kakak tiri ‘ nya itu benar-benar yakin dengan kata-katanya. “Aku akan memegang janjimu itu, hyung.”

Eric Nam – Melt My Heart 0 : 10 – 3 : 35

PART SELANJUTNYA

“Hidungmu saja tidak merah.”

“Itu mustahil!”

“Tidak ada yang mustahil, Choi Soora.”

“Jangan menatapku seperti itu.”

“Aku ingin menatapmu, sampai aku menyukaimu.””

“Kurasa hanya itu yang Jungkook ceritakan ‘ mantan kekasih ‘. Eonnie-ya aku akan memberitahumu yang sebenarnya.”

“Kenapa kau datang sore-sore begini?”

“Aku ingin mengajakmu berjalan-jalan, noona.”

“Aish, apa aku telat satu langkah?”

“Eo? Untuk apa kau kesini?”

“Aku membuntuti kalian, tidak apa bukan?”

“Jangan menengok kebelakang.”

“Wae? Apa ada sesuatu yang menyeramkan?”

“Jangan bergerak, ataupun menengok kebelakang. Kau hanya boleh menatapku saja.”

Chu


Aduh maaf banget.. lama post nya. Maaf agak php hehe. Tapi author agak sibuk beberapa minggu yang lalu. Ya diusahakan minggu depan ga php lagi ya. Aku udah ralat yang katanya kebingungan dengan bacaannya dan kurang panjang. Ini udah panjang belum? Semoga makin suka ya.^^

Similar (Chapter 1)

poster-similar-for-krysyul-art-zone

KRYSYUL present SIMILAR

Poster by

AngllyRyx@Artzone 

Main Cast :

Kim Jong In—Jung Soo Yeon

Other Cast :

Jung Soo jung, EXO Member.

Rate | Genre :

General | Romance, Hurt/Comfort.

Length :

Multichapter

Author Note :

Hello..^^ It’s my first Fanfiction, and This Fanfiction not  the results of plagiarism ^^.

DON’T FORGET TO GIVE RCL!! 🙂 AND BE GOOD READERS ^^DON’T BE SILENT READERS

LET’S CHECK THIS OUT! Lanjutkan membaca “Similar (Chapter 1)”

Last Cupcake (Chapter 1)

untitled-471

 

Author : Michakim

Main Cast : • Kim Jongin

• Jung Min Gi (Ulzzang Park Hyo jin)

Other Cast : Find it by yourself!

Genre : Romance,Sad,Hurt/comfort,Angst

Rating : PG-13

Length : Chaptered

Disclaimer : FF ini murni hasil jerih payah pemikiran author. Main cast semuanya milik tuhan dan orang tua masing masing. Typo yang bertebaran adalah hak segala bangsa/eh..

Poster by _Selviakim@Poster Channel

 

 

Aku takut jika mimpiku menjadi kenyataan…Tuhan, bisakah kau memberikan mimpi yang lebih indah untuk tidurku..?

Lanjutkan membaca “Last Cupcake (Chapter 1)”

I Love You (Chapter 1)

I Love You poster

Tittle                : I Love You! (Chapter 1)

Author             : CollinsKimm

Maincast          : Kim Jong In a.k.a Kai (EXO) | Han Ga Eun (OC)

Support cast    : You Will Find Them^^

Genre              : Romance,lil bit comedy,school life

Length             : Chaptered

Rating             : Teens


Lanjutkan membaca “I Love You (Chapter 1)”

Wish [2]

!!!!!!!!! Title                     : Wish

Author                 : FikaHwang

Genre                  : Romance, Friendship, School Life.

Length                 : Multichapter

Rate                     : PG-15

Main Cast             :

  • Kim Jong In/Kai
  • Baek Hyun-Ah
  • Byun Baekhyun

PLEASE !!DON’T BE SILENT READER!! AND DON’T FORGET TO GIVE RCL 🙂

_HAPPY READING_

Preview – Chapter 1 Lanjutkan membaca “Wish [2]”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑